Dea, untuk sesekali lagi melirikan
kedua bola matanya ke arah sumber suara. Matanya dengan begitu cepat dan kompak
melihat handphone jadul kesayangannya itu. Ia menghentikan
aktivitas mengetik yang sedang dikerjakan untuk memenuhi tugas dari si dosen killer. Seketika Dea melupakan
dosen ter-killernya itu dan
menebarkan senyuman manis yang tidak dapat di lihat oleh siapapun, kecuali handphone kesayangannya tersebut. entah
apa yang ia baca atau lihat, selalu begitu setiap handphonenya berbunyi.
Sunday, 12 July 2015
Thursday, 9 July 2015
Ngabuburit Part III.
Rasanya
berat untuk memenuhi warna latar hitam ini menjadi hitam-putih; di isi oleh
tulisan yang terjadi pada hari ini. Jujur saja, saya senang dengan hari ini. Senang
dari luar, namun dalam hati saya sebenarnya sedang bergejolak. Ya, hari ini
saya ngabuburit dengan seseorang yang pernah mengisi hari-hari saya, bahkan
sampai saat ini hati saya masih terisi oleh namanya. Ah, berat rasanya jari ini
untuk mengetik…
Monday, 6 July 2015
Ngabuburit Part II.
Ngabuburit
part II. Iya, hari ini saya pergi lagi untuk ngabuburit. Waktu untuk ngabuburit
sama tempat yang dijadiin untuk ngabuburit agak berbeda dari tujuan orang-orang
yang ingin menghabiskan waktu dengan orang di sekelilingnya. Saya hari ini
keluar rumah pada pukul 13:30 WIB. Wah, enggak umum bangetkan untuk ngabuburit
pada jam segitu? Ngabuburit di saat matahari sedang terang benderangnya. Dan tempat
yang saya tuju cukup unik, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di bilangan Nusa
Loka, Bumi Serpong Damai.
Subscribe to:
Posts (Atom)